Berita Timur Tengah Terkini
Berita Timur Tengah Terkini

Faksi-faksi bersenjata Irak yang didukung oleh Iran telah bekerja selama berbulan-bulan untuk mengembangkan rudal balistik dan mengancam untuk menggunakannya melawan pasukan Amerika di negara itu, komandan Syiah dan pejabat keamanan Irak mengatakan kepada Arab News. Dan Berita Timur Tengah Terkini sudah dimuat di matamatapolitik.com. Peningkatan teknologi rudal yang dikembangkan oleh kekuatan proxy Iran di negara lain di Timur Tengah akan menjadi perhatian serius bagi negara-negara Arab dan Amerika Serikat. Iran telah dituduh memasok milisi Houthi di Yaman dengan rudal balistik yang ditembakkan ke Arab Saudi, dan membantu Hizbullah membangun pabrik di Lebanon yang menghasilkan senjata serupa.

Berita Timur Tengah Terkini
Berita Timur Tengah Terkini

Iran telah membiayai dan memperlengkapi puluhan kelompok gerilya Syiah dan Sunni yang beroperasi di Irak sejak 2005. Beberapa telah menjadi kelompok militer paling kuat di Irak di kawasan itu, termasuk Organisasi Badr, Assaib Ahl Al-Haq, Kattaib Hezbollah-Irak dan Saraya Al -Kharasani. Semua kelompok bertempur melawan Daesh selama empat tahun terakhir di bawah Mobilisasi kerjasama yang bagus, bersama militer reguler Irak dan yang didukung oleh koalisi pimpinan AS di Irak. Meskipun sebagian besar kelompok ini telah dilengkapi oleh bantuan Iran, banyak yang telah mendirikan pabrik untuk memproduksi senjata mereka sendiri di seluruh negeri. Mereka berhasil memproduksi beberapa rudal jarak pendek seperti Al-Ashtar, Al-Muntaqim dan Al-Qaher, dan telah sukses untuk memperluas jangkauan misil-misil ini.

Yang paling maju ialah Al-Fatah, ini adalah hasil kerja dua tahun, seorang komandan senior Syiah dalam faksi Saraya Al-Kharassani menyatakan kepada Arab News. Dia menyatakan senjata versi terbaru masih belum jelas karena mereka belum memiliki kesempatan untuk mengujinya. Semua faksi bersenjata telah berpartisipasi dengan mengandalkan ahli Irak dan asing, ucapnya. Rudal sudah siap tetapi belum pernah di uji coba sebelumnya. Kami mungkin mengujinnya senjata baru ini dalam beberapa hari ke depan di perbatasan daerah Basra. Sebuah laporan oleh Reuters pada hari Jumat mengatakan rudal balistik telah ditransfer dari Iran ke Irak selama beberapa bulan terakhir untuk mengancam musuh-musuh Iran di wilayah tersebut.

Dalam Berita Timur Tengah Terkini ada Laporan yang menyatakan rudal-rudal itu mampu menjangkau antara 200 dan 700 kilometer. ditempatkan di Riyadh atau kota Israel dalam jangkauan jarak tembak, jika senjata-senjata itu dikerahkan di Irak selatan atau barat. Para komandan Syiah dan pejabat keamanan Irak, menyatakan kepada Arab News bahwa rudal-rudal ini telah dirakit di Irak dan jangkauan rudal ini belum diuji untuk dikategorikan sebagai jarak menengah. Mereka mengatakan bahwa penggunaan senjata rudal untuk target di luar Irak belum juga dibahas. Untuk peristiwa perang maupun konflik yang terjadi diluar negeri bisa kita akses di matamatapolitik.com.