Saat Anda terkena luka, di bagian tubuh manapun itu seperti lutut, dagu, sikut, atau tangan, apa yang akan Anda lakukan? Biasanya, dalam mengobati luka terbuka orang-orang akan langsung menutupnya dengan plester luka. Beberapa mungkin membersihkan luka terlebih dahulu dan ada juga yang membubuhkan obat merah.

Penggunaan plester luka memanglah benar. Dalam pertolongan pertama pun, tentu ada langkah yang menutup luka dengan plester. Plester sangatlah mudah mengingat Anda bisa mendapatkan luka seperti tersayat, luka robek, atau tergores kapanpun dan di manapun.

Meskipun tergolong luka ringan, namun luka-luka tersebut harus segera diobati agar tidak terkena infeksi dan tidak semakin parah.

Kembali lagi ke plester. Lalu, seberapa pentingnya plester dalam pengobatan luka? Apa saja sebenarnya fungsi dari plester luka itu sendiri?

Luka yang dibiarkan terbuka dan tidak ditutup, dapat terkena kuman atau bakteri-bakteri baru sehingga dapat menimbulkan infeksi yang bahkan dapat memperparah luka. Nantinya, luka tersebut bahkan dapat menjadi bengkak, bernanah, dan berbau tidak sedap. Maka dari itulah pentingnya untuk menutup luka dengan plester.

Selain itu, plester juga dapat membantu menciptakan kondisi lembab pada luka yang sudah ditutup. Kondisi lembab tersebut dapat membantu sel fibroblas untuk membentuk jaringan baru yang dapat menutup luka. Kondisi lembap ini juga dapat mengurangi jumlah cairan yang keluar dari luka atau yang disebut dengan eksudat.

Pada plester luka, seperti pada plester Hansaplast memiliki bantalan pada plesternya. Bantalan tersebut berguna agar bakteri dan kuman tidak memiliki akses untuk masuk ke luka sehingga meminimalisir infeksi.

Plester juga dapat melindungi luka lebih lama dibandingkan pemberian obat merah. Pemberian obat merah memang langsung dapat membunuh bakteri dan kuman, namun setelah beberapa menit obat merah tidak dapat mencegah lagi. Berbeda dengan plester yang bisa mencegah lebih lama.

Pada luka kecil, plester biasa seperti plester dari Hansaplast dapat digunakan. Namun, apabila lukanya lebih besar dan lebih luas, maka membutuhkan pertolongan pertama menggunakan kasa steril yang direkatkan dengan plester.

Selain itu, penggunaan plester juga tidak sehari penuh. Anda perlu ingat agar mengganti plester minimal dua kali sehari. Biasanya, plester diganti setelah mandi. Jika tidak ditutup, luka akan terkena air saat mandi sehingga basah. Apabila luka basah, luka dapat menjadi tempat yang baik untuk kuman berkembang biak.

Salah satu merek plester luka yang terkenal adalah merek dari Hansaplast. Sebagai salah satu industri yang bergerak di bidang kesehatan, Hansaplast memastikan bahwa produksi plesternya sangat steril dan tidak menyebabkan iritasi kulit.

Hansaplast dapat merekat dengan erat di kulit yang telah diuji secara klinis dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi dengan inovasi bantalan Silvercare yang juga dapat membunuh kuman.