produk BFI
produk BFI

BFI Finance Indonesia mulai menyalurkan pembiayaan dengan prinsip syariah. Penyaluran produk BFI ini dengan skema syariah tersebut telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sudjono, selaku Direktur IT dan Keuangan BFI Finance, menyatakan bahwa BFI Finance berminat menyalurkan pembiayaan syariah karena melihat potensi pasar nya masih besar. Terutama dari sisi penduduk Muslim di Indonesia dan inklusi keuangan di sektor syariah yang belum tinggi.

Pemasaran pembiayaan syariah akan dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi (IT). Beberapa produk BFI yang ditawarkan dengan skema pembiayaan syariah antara lain, wisata halal, pendidikan, perjalanan religi dan jasa lainnya. Contohnya, renovasi rumah, sewa ruko atau rumah, jasa wedding organizer, dan masih banyak lagi. Sementara pembiayaan otomotif belum dipasarkan dengan skema syariah, meski izin dari OJK sudah bisa mengakomodasi.

Menurutnya, prospek pembiayaan syariah di BFI Finance dimulai dari nol. BFI belum akan terlalu agresif menyalurkan pembiayaan syariah.apapun yang didapat harus dikaji dulu market nya kemudian menyasar market yang lebih realistis di tahun-tahun selanjutnya.

BFI Finance saat ini sudah memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) yang merupakan salah satu unit usaha yang menjalankan aktivitas produk BFI pembiayaan secara syariah dengan menggunakan Akad Ijarah dan sudah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional—Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta dalam penyelenggaraan kegiatan usahanya secara syariah telah memperoleh pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Tujuannya untuk memastikan BFI Finance Syariah dalam operasional nya sudah sesuai dengan prinsip syariah. Visi dari BFI Finance syariah yaitu menjadi one stop financing solution sharia dengan komitmen dan inovasi tanpa batas dalam mengembangkan produk yang lengkap dan komprehensif untuk upaya memantapkan posisi sebagai market leader multi finance syariah yang terdepan dan terpercaya.

Adapun keuntungan menggunakan pembiayaan secara syariah ini, ada istilah keren nya adalah 5T, meliputi Tanpa Survey, Tanpa Jaminan, Tanpa Provisi, Tanpa Denda, dan Tanpa Pinalti. Customer dapat dengan mudah mengajukan pembiayaan dengan datang langsung membawa surat/bukti detail penawaran harga dari produk/jasa yang digunakan.