Nutrisi Anak
Nutrisi Anak

Setiap orang tua tentunya meginginkan tumbuh kemang anak yang optimal. Selain diberikan stimulasi, kebutuhan gizi dan nutrisi anak juga merupakan salah satu fakta untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk paham sekiranyaapa saja indicator atau tanda bahwa status gizi dan nutrisi pada anak sudah tercukupi dengan baik.

Banyak yang beranggapan jika status gizi anak selalu diukur dari berat badan yang ia miliki. Misalnya, jika anaknya memiliki berat badan kurang dan kurus berarti tidak sehat dan mereka yang gemuk pastilah sehat. Padahal tolak ukur tersebut merupakan sesuatu yang kurang tepat. Pasalnya, grafik tumbuh kembang  yang optimal tidak hanya berdasarkan beratbadan saja, tapi melibatan beberapa faktor lainnya, diantaranya:

Nutrisi Anak
  1. Berat dan tinggi badan ideal sesuai dengan usia anak

Berat dan tinggi badan ideal sesuai dengan usianya adalah salah satu indikator atau tanda bahwa gizi anak terpenuhi. Oleh karena itu para orangtua harus mengetahui berapa berat badan dan tinggi badan ideal anak sesuai usia secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia . berikut merupakan berat dan tinggi badan ideal bagi anak sesuai usianya.

UsiaBerat BadanTinggi Badan
0 – 6  bulan3,3 kg – 7,9 kg49,9  –  67,6 cm
7 – 11 bulan8,3 kg – 9,4 kg69,2  –  74,5 cm
1 – 3 tahun9,9 kg – 14,3 kg75,7  –  96,1 cm
4 – 6 tahun14,5 kg – 19 kg96,7  –  112 cm
  1. Tidak mudah sakit

Sama seperti orang dewasa kebutuhan nutrisi anak juga mencangkup makronutrien dan mikronutrien. Kebutuhan makronutrien meliputi karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan yang termasuk mikronutrien diantaranya yakni vitamin dan mineral. Saat keduanya terpenuhi, maka hal tersebut akan membantu anak dalam menjaga daya tahan tubuhnya sehingga ia tidak mudah sakit.

Sementara itu, kesehatan anak juga ditandai oleh postur tubuh anak yang kuat dan tegap. Tulang yang kekurangan kalsium dan vitamin cenderung mudah keropos sehingga hal ini pun dapat berpengaruh pada kesehatan anak secara keseluruhan.

  1. Memiliki kualitas tidur yang baik

Anak yang kebutuhan nutrisinya terpenuhi dinilai memiliki kualitas tidur yang lebih nyenyak disbanding yang lain. Hal ini pun pada akhirnya akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Ketika Si Kecil tidur, sel-sel dalam ubuh anak bergenerasi dan hormone pertumbuhan keluaragar tumbuh kembang Si Kecil bisa optimal.

Sebaliknya, jika anak memiliki kualitas tidur yang tidak baik, maka hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh. Pola tidur yang tidak teratur pada anak bisa mengakibatkan Si Kecil mudah sakit dan timbulnya masalah prilaku seperti sulit berkonsentrasi.

  1. Anak senantiasa aktif

Anak yang kekurangan gizi cenderung cepat lemas. Sedangkan mereka yang kebutuhan gizi dan nutrisinya terpenuhi, biasanya akan lebih aktif dan kuat dalam melakukan aktivitas. Kekurangan nutrisi terutama karbihidrat akan membuat daya tahan tubuh anak menurun dan berisiko terkena penyakit seperti anemia. Kondisi inipun pada akhirnya mengakibatkan anak cepat lemas sehingga ia tidak sanggup melakukan aktivitas fisik seperti anak yang kebutuhan gizi dan nutrisinya terpenuhi dengan baik.

  1. Memiliki nafsu makan yang sehat

Tanda kebutuhan gizi dan nutrisi anak terpenuhi lainnya adalah memiliki nafsu makan yang sehat. Artinya tingkat keinginan makan anak anak sudah sesuai kebutuhan, cenderung tidak kurang maupun berlebihan.

Anak yang mengalami obesitas ditandai dengan nafsu makan berlebihan. Sementara mereka yang kekurangan gizi juga cenderung mengalami penurunan nafsu makan yang juga berdampak pada kesehatan dan sekaligus pertumbuhannya.

Mengetahui tanda- tanda bahwa gizi dan nutrisi anak terpenuhi akan membantu paraorangtua untuk memberikan makanan yang meiliki kandungan gizi dan nutria yang dibutuhkan anak, untuk mewujudkan tumbuh kembang optimal bagi Si Kecil.